Ladang Pertama

wheat-field-640960_1280
ladang gandum

Berladang dimulai kira-kira 11.000 tahun lalu saat manusia mulai menyimpan biji rumput-rumputan untuk ditanam, sehingga mereka bisa menggiling biji baru untuk membuat tepung.

Dengan ditemukannya sisa zat tepung pada peralatan batu di papua Nugini, ubi rambat diperkirakan telah ditanam di sana sejak 30.000 tahun lalu.

Berangan air (bahasa inggris : chestnut) dan buncis diperkirakan telah ditanam sekat Spirit Cave, Vietnam Utara, sejak 11.000-7.500 SM.

Lanjut BacaLadang Pertama

Megalitikum

stonehenge-1314998_1280
stonehenge

Megalitikum berarti ‘batu besar’.

Megalitikum adalah monumen seperti makam yang terbuat dari bongkahan batu besar, dibangun di Eropa Barat pada zaman Neolitikum dan Perunggu, antara tahun 4.000-1.500 SM.

Dahulu, Megalitikum diduga hanya muncul di satu tempat tapi kini, para ahli menduga bahwa mereka muncul di beberapa wilayah.

Menhir adalah batu besar yang berdiri. Terkadang, mereka berdiri satu-satu, dan terkadang berkelompok di satu tempat atau dalam lingkaran.

Menhir terbesar dan terkenal adalah Grand Menhir Brise, di Locmariaquer, dekat Carnac, Perancis. Batu tunggal ini tingginya 20 meter dan beratnya 280 ton, tujuh kali lipat dari batu besar yang ada di Stonehenge.

Lanjut BacaMegalitikum

GUTZON BORGLUM, Si Pemahat Gunung Rushmore

rushmore-964647_1280

Siapa tak kenal dengan Gunung Rushmore?

Apakah tahu siapa pemahatnya?

Gunung berupa monumen berupa empat patung kepala Presiden Amerika Serikat berukuran raksasa ini, merupakan hadiah dari seorang seniman besar, Gutzon Borglum.

Konon,menurut para ahli geologi, wajah-wajah itu akan abadi di sana selama (paling tidak) 500.000 tahun!

Patung-patung itu berukuran ‘raksasa’. Bayangkan saja, panjang dari dagu ke ujung kepala melewati hidung sekitar 6 meter. Lebar mulut sekitar 5,4 meter.

Sang Pemahat, Gutzon Borglum lahir di Idaho, pada tanggal 25 Maret 1869. Kedua orangtuanya berasal dari Denmark. Pada tahun 1874, keluarga Borglum menetap di perbatasan kecil Fremont, Nebraska.

Pada saat itu, hampir semua anak Fremont memiliki kuda. Kuda-kuda itu dibeli dari orang-orang Indian Pawnee. Borglum sendiri memiliki seekor kuda yang dibelinya dengan harga yang sangat murah sekali, 50 sen.

Borglum kecil gemar melukis. Namun, kegemarannya melukis membuat hasil rapornya kurang memuaskan, kecuali untuk pelajaran sejarah Amerika. Baginya, sejarah Amerika sama menariknya dengan melukis.

Ketika memasuki pendidikan SMA, Borglum tinggal di asrama. Pada saat itulah ia dibimbing oleh seorang guru yang mengetahui akan bakatnya. ‘Teruslah melukis. Kelak kau bisa mencari nafkah dengannya,’ begitu pesan Sang Guru yang menjadi salah satu pegangan hidup Gutzon Borglum.

Setelah lulus SMA, Borglum pindah ke California. Di sini, ia menyewa sebuah studio kecil untuk melukis. Dalam waktu singkat, dinding studionya sudah penuh dengan lukisan potret, pemandangan, dan tentu saja, kuda. 😀 Satu demi satu lukisannya laku terjual.

Studio Borglum memiliki seorang pengunjung tetap, yaitu Jessie Benton Fremont, istri penjelajah terkenal, Jenderal John C. Fremont. Lukisan kuda Gutzon sangat menarik minatnya. Kemudian Nyonya Fremont mengajak rekan-rekannya untuk datang mengunjungi studio Borglum. Sejak saat itu, lukisan-lukisan Borglum pun mulai terjual dengan harga lebih tinggi.

Pada tahun 1890, Borglum berlayar ke Perancis untuk mendalami seni lukis di negeri pusat seni itu. Ketika kapal beranjak meninggalkan pelabuhan New York, untuk pertama kalinya ia melihat patung Liberty. Ujarnya dalam hati, ‘Kapan aku bisa membuat karya abadi macam itu?

Lanjut BacaGUTZON BORGLUM, Si Pemahat Gunung Rushmore

Zaman Besi

Zaman Besi adalah zaman prasejarah yang menggunakan besi sebagai logam utama, menggantikan perunggu.

Penggunaan besi pertama kali ditemukan oleh orang Hittit di Anatolia, Turki antara tahun 1.500 dan 1.200 SM. penemuan ini membuat orang Hittit menjadi sangat kuat selama beberapa abad.

Sekitar 1.200 SM, Kerajaan Hittit jatuh dan penggunaan besi menyebar ke seluruh Asia dan Eropa tengah. Orang Dorian Yunani menjadi ahli besi yang terkenal.

Pada masa ini, timah jarang ditemukan. Karena itu, benda dari perunggu kebanyakan dibuat hanya untuk kepala suku. Sebaliknya, karena bijih besi banyak ditemukan, rakyat dapat dengan mudah memiliki benda yang terbuat dari logam, seperti alat-alat memasak. Setiap orang, termasuk orang miskin pun memiliki pedang.

Banyak petani sederhana yang memiliki sabit dan kapak dari besi. Dengan adanya perkakas logam yang kuat untuk mengolah lahan dan menuai panen, budaya bercocok tanam jadi cepat berkembang.

Lanjut BacaZaman Besi

Jagung Si Serbaguna

 

corn-774710_1280

Dulu, di Indonesia, jagung tidak begitu populer. Selain yang dijual kebanyakan dari jenis yang keras, jagung juga dianggap sebagai makanan kurang bergengsi. Jagung baru dijadikan makanan pengganti jika tidak ada beras. Di beberapa daerah, jagung dijadikan pakan burung dan ternak, seperti ayam, bebek.

Namun sekarang, sudah ada jagung varietas baru yang manis, cepat masak, empuk dan lebih enak. Untuk jagung rebus, jagung jenis ini tidak perlu terlalu lama direbus, cukup 3-5 menit saja (dihitung sejak air mendidih). Di pasaran biasa dijual dengan nama jagung manis (sweet corn).

Hasil olahan jagung dapat kita temukan di mana-mana, mulai dari kaki lima, mal mewah sampai restoran bergengsi. Jagung rebus yang masih terbungkus kulit jagung (kelobot) atau jagung bakar juga banyak dijajakan di kaki lima.

Lanjut BacaJagung Si Serbaguna