Belajar Dipotret

Udah, belum?’ seru kaka saya dari balik lensa kamera yang mengarah kepada kami bertiga (kami yang saat itu tengah berpose dan tersenyum bak seorang model).

Ha?..Koq, nanya?..Sangkain dah difoto dari tadi,‘ lirih adik saya sambil berusaha mempertahankan agar senyum tidak hilang dari bibirnya.

Gigi aku sampe kering, ‘Tie,’ timpal keponakanku. Sama seperti adikku, dia juga masih berusaha mempertahankan senyumnya yang sudah melarik sejak beberapa menit yang lalu.

Sekarang, dah di-foto, belum?..Koq, gada tanda-tanda,’ ujarku sambil tertawa lebar, gagal mempertahankan senyum yang sudah kupersiapkan sedari tadi.

Yup, udah..,’ seru kakaku lagi.

Mana, coba liat,’ seru kami serentak sambil menuju Sang Fotografer. 😀

Ini hasilnya :

dscf2436-copy

Seketika pecah suara tawa kami begitu melihat hasil bidikan Sang Fotografer. Pose dalam foto di atas itu bukan pose yang kami maksud sebenarnya tapi yaaa..seperti itu hasilnya. 😀 Sang Fotografer pun memberikan alasan kenapa ia berlama-lama menekan tombol shutter. 😀

Makanya, jangan senyum dulu sebelum dikasih aba-aba, ya!’ ujarnya kemudian. 😀

Ya dah, sekarang, foto sendiri-sendiri. Sapa yang mau duluan?’ tanya Sang Fotografer.

Keponakanku langsung maju dan mengambil tempat di sisi kolam. Mulailah ia bergaya.

Selang 2 menit kemudian, jadilah fotonya.

Tha, sekali lagi,‘ seru Sang Fotografer. Kembali keponakanku bergaya.

Mau pake kaki ato ga?’ tanya Sang Fotografer kemudian.

Untuk sesaat, keponakanku menoleh ke arahku dan adikku sambil melirih :

Padahal, dari tadi, pas di-foto aku dah bikin gaya di kaki, ‘Tie.. Jadi, tadi, difoto ga sampe kaki?’ ujar keponakanku kemudian.

Ha..ha..

Pake,’ jawab keponakanku sambil bergaya kembali. Hasilnya? Bisa dilihat di bawah ini :

DSCF2461 - Copy
ditha – foto tanpa kaki 😀
DSCF2464 - Copy
ditha – foto dengan kaki 😀

Jangan senyum dulu!’ atau ‘Mau pake kaki ato ga?’ adalah pertanyaan mengarahkan yang kerap diajukan Sang Fotografer kepada kami, para calon model.  😀

Tapi, tetap hasilnya..Begitulah..

ha..ha..

DSCF2431 - Copy

Pagi itu cerah. Langit biru bertabur awan seperti biri-biri. Udara segar. Matahari bersinar teduh. Sebaran sinarnya tak menyengat saat menyentuh kulit. Beberapa minggu sebelumnya, saya dan adik mengerahkan sekuat tenaga mengeluarkan bujuk rayu untuk kaka saya, yang sekarang sedang gandrung memotret. Tujuannya?..Ya, untuk mengabadikan kami, para adik dan keponakannya. Dan, ternyata, tidak sia-sia usaha kami. Kaka saya akhirnya menyerah dengan suka rela. 😀

(Oiya, Kaka saya bukan fotografer asli. Tapi saat ini, selain kegiatan menulis, ia juga gandrung memotret. Biasanya, objek untuk dibidik kameranya adalah alam, juga peristiwa yang terjadi di jalanan atau ruang terbuka atau ruang publik. Hasil-hasil bidikan kameranya bisa dilihat di sini ).

C360_2016-03-20-10-15-13-447
Mas Anton – Sang Fotografer

Satu hal yang saya dapat hari itu, ternyata menjadi seorang model itu TIDAKLAH MUDAH, TEMANS. (Bagi saya, sih. :-D). Bisa jadi disebabkan oleh faktor saya yang tidak berbakat menjadi seorang model (untuk tersenyum menawan pun bagi saya adalah hal yang sangat sulit) atau faktor dari Yang Memotret, yang terbiasa membidik objek secara candid?..:-D

Tadinya, tersimpan di benak saya untuk bergaya bak seorang model; menolehkan wajah ke samping dengan rambut berkibar; memandang kamera dengan sorot mata ekspresif; mengangkat dagu sedikit lebih tinggi dan terlihat anggun, dsb..dsb..Tapi, ternyata semua bayangan itu pupus. Ternyata dipotret itu (bagi saya)lebih sulit dibanding ber-selfie. Karena, dipotret itu lebih banyak menimbulkan rasa malu (sementara, saya kan termasuk orang yang pemalu). Ha..ha..

DSCF2450 - Copy
saya – kenapa nge-blur?
DSCF2596 - Copy
ditha – 😉
DSCF2469 - Copy
dian – seperti noni belanda

DSCF2459 - Copy

DSCF2487
saya dan ditha – entah pose apa
C360_2016-03-20-10-41-14-595
saya – pura-pura tak sadar kamera

dscf2500-copy

 

DSCF2563 - Copy

DSCF2763 - Copy
dian – entah apa yang sedang dilihatnya

DSCF2429 - Copy

DSCF2523 - Copy
ditha – selalu sadar kamera 😀

DSCF2709 - Copy

DSCF2614 - Copy

DSCF2445 - Copy

Dari foto-foto di atas dapat terlihat kan siapa yang bakal terpilih sebagai model, tentunya. ;-D

Dan, yup..itulah beberapa foto hasil memotret kaka saya. Diambil beberapa minggu lalu, di Kebun Raya Bogor, salah satu spot terbaik yang dimiliki Kota Bogor.

Saya suka foto-foto ini. Sangat suka. Melihatnya kembali saat ini seperti mengingatkan kembali kepada saya pada banyak hal yang semestinya bisa saya syukuri. Gambar-gambar diam yang diambil saat itu merangkum semuanya; tentang hidup, pijar kasih, kehangatan, derai tawa, dan juga sebentuk senyum.

‘Photography can only represent the present. Once photographed, the subject becomes part of the past.’ -Berenice Abbot

Leave a Comment